Pertemanan Positif Serupa Semangat FrenZone - “Tante-tante itu teman Mama sejak SMP, kalau bertemu bisa lama ngobrolnya,” saya menjelaskan kepada Athifah mengenai sahabat-sahabat saya. Sekitar 3 tahun yang lalu Athifah menemani saya mengunjungi sahabat yang masih dalam suasana berdukacita karena saudarinya meninggal. Saudarinya ini teman saya juga karena si sahabat dan saudarinya dulu setingkat di SMP yang sama hanya beda kelas.
Nostalgia Masa SMP
Dulu kami punya geng
yang terdiri atas 5 orang, perempuan semua. Tamat SMP kami berpencar dan jarang
ketemuan hingga saat ini namun masih sesekali bertemu ketika sahabat
yang tinggal di Jakarta pulang ke Makassar.
Melihat konflik pertemanan
di kalangan remaja yang tertangkap oleh “radar” saya, saya merasa beruntung. Dahulu
saya dan sahabat-sahabat tak pernah ada konflik. Persahabatan kami pun sehat.
Sesekali diselingi nongkrong atau jalan bersama tapi nongkrongnya hanya
di salah satu rumah. Jalannya pun ke kerabat salah satu dari kami. Paling jauh
ke kabupaten sebelah.
Tanpa mal dan tanpa
internet sama sekali, pertemanan zaman dulu asyik-asyik saja. Jelang porseni
(Pekan Olahraga dan Seni) antar kelas, kami berlima sibuk mempersiapkan lagu
yang akan kami bawakan. Kami selalu masuk tim vocal group padahal suara
kami standard-standard saja. Suara saya malah tidak ada bagus-bagusnya, lha
ngomong saja fals.
Saya tak habis pikir kok dulu itu saya mau saja masuk tim vocal group dengan kemampuan yang minus, bukan minim lagi. Tapi itulah persahabatan yang bagai kepompong ya. Bersama mereka, apapun seru-seru saja. Kami semua merasa perpaduan suara kami harmoni saat menyanyi bersama. Tak ada saling menjelek-jelekkan suara satu sama lain meski tak ada juga yang saling memuji. Makanya kami tak pernah menang untuk kategori vocal group. 😂
Begitu pun ketika giliran kelas kami membuat mading (majalan dinding) sekolah tiba, kami berlima yang paling sibuk
merencanakan dan menyelenggarakannya. Ada satu orang yang selalu jadi leader
di antara kami, biasanya usulan dan arahan dia diterima oleh seisi kelas. Eh
tapi usulan menggunakan tikar bambu sebagai alas mading saya lupa, apakah dari
dia atau bukan.
Majalah dinding beralaskan
tikar bambu yang di-pylox itu karya kami yang sangat berkesan
selain serangkaian atraksi vocal group yang tak pernah menang itu.
Setelah diwarnai, pada tikar bambu itu ditempeli karya-karya berupa tulisan,
gambar, dan foto. Biasanya saya ikut menulis untuk mading juga.
Masa SMP adalah salah satu
masa lalu yang manis untuk saya kenang. Ke-4 sahabat sekarang keren-keren.
Salah satu jadi ibu doktor – lulusan S3 dari Australia, dosen di sebuah PTN
ternama. Tiga yang lainnya lulusan S2 – ada yang dari Australia, dan salah satu
dari mereka tengah studi S3 saat ini. Saya doang nih yang lulusan S1. 😁 Bangga dan bersyukur Allah pertemukan dengan mereka.💖
Yes, pertemanan positif
berpengaruh dalam menghasilkan sesuatu yang positif juga. Saya bersyukur
memiliki teman-teman yang positif selama di bangku sekolah, kampus, hingga saat
ini. Selain keluarga,
teman yang baik adalah hal yang berharga dalam hidup ini.
Walau zaman dulu belum ada internet – kalau mau berkabar harus melalui telepon rumah yang tak semua orang punya atau ke wartel (warung telepon) atau telepon umum untuk menelepon teman yang punya pesawat telepon di rumahnya, kami bisa saling menyemangati dalam hal-hal positif.
FrenZone, Kokreasi Inovatif yang Mengusung Semangat
Pertemanan Positif
Saya jadi mengenang kisah
SMP di atas ketika membaca mengenai tema FrenZone yang menyajikan pesan
mengenai pentingnya menjalin pertemanan yang sehat dan positif. Semangat dari UN1TY FrenZone Challenge, yang dibagi jadi Duet FrenZone Challenge dan Dance FrenZone Challenge mengekspresikan semangat
dalam pesan itu. Kalau mau ikt-serta, silakan simak di https://vt.tiktok.com/ZSehvF5sg/.
Menurut Pak Roberto Saputra –
Chief Brand Officer Smartfren: “Dengan internet anak
muda bisa berkreasi, Smartfren ingin memberikan semangat positif, ingin
berteman.” Hal ini disampaikanya dalam Virtual Press Conference - KOKREASI SERU BARENG
UN1TY dan Dari Jendela SMP yang berlangsung pada tanggal 3 November lalu.
Dalam kesempatan yang
sama, Pak Djoko
Tata Ibrahim – Deputy CEO Smartfren menuturkan:
“Smartfren konsisten sebagai operator yang selalu menjadi teman buka peluang untuk masyarakat luas. Kokreasi ini mewakili semangat yang kita bawa saat meluncurkan produk.”
Sebagaimana yang kita
ketahui, produk Smartfren seperti Smartfren GOKIL MAX dan Smartfren Unlimited dibuat untuk
memfasilitasi para anak muda. Kalau kalian mengikuti blog ini, pasti pernah
membaca mengenai WOW Labs yang mula-mula menjad wadah yang
mewujudkan kokreasi dengan para kreator lokal berbakat dan Teman Kreasi Indonesia dalam mengembangkan UMKM
di Indonesia.
Smartfren ingin lebih
mendekatkan diri dengan mereka yang kreatif dan penuh dengan ide – ide positif.
Karena itu Smartfren berkokreasi dengan UN1TY dan “Dari Jendela SMP” dalam mengusung
tema FrenZone.
Grup musik UN1TY terbentuk dari pertemanan
positif yang sukses membuat karya yang hits di kalangan anak muda negeri
ini. Sementara Dari Jendela SMP merupakan salah satu acara televisi yang diminati sebagian
anak muda kita.
Pesan moral dari tema FrenZone yang diusung Smartfren kali ini adalah soal pentingnya menjalin pertemanan yang sehat dan positif. Dengan pertemanan positif, besar pengaruhnya akan mendorong seseorang menghasilkan hal yang juga positif.
“Menjadi teman” adalah
perhatian dari Smartfren. Dengan menjadi teman, layanan yang diberikannya bisa
diandalkan, kapan pun, dimana pun dan apapun aktivitasnya. Teman yang baik
pastinya mengerti apa kebutuhan temannya, kan. Nah, Smartfren berupaya menjadi
teman bagi pelanggan dalam menyediakan layanan telekomunikasi yang terbaik. Oya,
kalian punya kisah pertemanan yang manis saat SMP?
Makassar,
10 November 2021
Share :
Nah pertemanan itu memang menjadi hal yang terpenting dalam kehidupan apalagi saat masih sekolah.
ReplyDeleteKokreasi adalah hal yang mutlak dilakukan, supaya kita sama-sama berkembang di kancah digital. Semangat inilah yang terus ditunjukkan oleh Smartfren. Smartfren berkokreasi dengan grup musik populer UN1TY dan salah satu acara TV populer Indonesia, “Dari Jendela SMP” Keren banget yaa
ReplyDeleteAku juga punya sahabat yang asyik dan gg jelek2in Mbak... Tapi sahabat SMA, sampai sekarang masih sahabatan.. Zaman aku sekolah sih udah pakai HP tapi cuma SMS dan internet masih jarang, zaman dulu nyenengin yah...
ReplyDeleteDulu saya punya sahabat juga semasa SMA mbak, cuma sekarang sudah berpencar semua. apalagi semenjak merantau ke negeri orang tidak menemukan jejak mereka lagi. Entah kenapa setelah berumah tangga saya malah lebih asyik berteman dengan anak-anak sendiri hehe lebih asyik.
ReplyDeleteBtw, nah ini mbak, anak-anak Gen Z mah berteman gak terbatas teman di rumah saja yaa. Bisa dilakukan lewat dunia maya juga. Hanya saja perlu dipastikan pertemannan yang membawa ke arah positif kali ya, seperti yang diharapkan aoleh smartfren ketika mengusung teman FrenZone ini. semangat!
Pasti senang banget klo punya teman yang nggak hanya bisa diajak have fun tapi juga bisa untuk melakukan banyak kegiatan yang positif dan produktif
ReplyDeleteTeman SMP tuh yang paling lengket mbak, soalnya 3 tahun sekelas terus. Belum kenal hp, nggak kenal pusat perbelanjaan. Main ke rumah teman, naik sepeda rame-rame berarak panjang menuju jalan desa.
ReplyDeleteDuh, baca ini jadi kangen teman-teman SMP
sama nih kak Niar, aku pun kalau ketemu sahabat lama, bisa berjam-jam ngobrolnyaaa. dan kokreasi antara smartfren dan Unity ini sangat keren menurutku, enggak hanya berkolaborasi tetapi juga bisa menghasilkan sesuatu yang baik dan bermanfaat
ReplyDeletePertemanan bagai kepompong ini sangat dirindukan yaa, kak Niar.
ReplyDeleteBahkan aku dulu masih ingat kejadian perih temenku yang ditolak sama gebetannya dan kita sibuk menghiburnya sampai lupa kalau uda ngabisin stok makanan di keluarganya.
Hhaha...((temen "makan" di rumah temen ini ceritanya))
Smartfren agaknya memang melihat fenomena sosial zaman digital ini dan mewujudkannya melalui even UN1TY FrenZone Challenge.
Yuk,
Ikutaaan~
Aku yang masih kontak sama temen SMA. Kalau temen SD dan SMP cuma via sosmed aja. Soalnya tempatnya pada jauh di Kalimantan snaa
ReplyDeleteSenang sekali kalau bisa punya teman baik yang mengajak kita pada hal positif. Saya jadi ingat zaman masih sering dolan dengan teman-teman wanita lalu berkomunitas dan berkarya bersama.
ReplyDeleteSekarang saya jarang ketemu teman. Ada yang dekat tapi karena hobi dan saya satu-satunya perempuan. Jadi feel-nya ga dapat. hihihi.
Kayaknya perlu 'bikin frenzone' di sini.
SMP dulu pernah punya sahabat bertiga, SMPA pun bertiga kak, tapi sekarang udah pada pencar2 kemana-mana. Yg masih berhubungan teman2 SMP aja
ReplyDeleteSeneng baget punya teman baik ya kak
ReplyDelete