Pengalaman Mengikuti Pelatihan Ruqyah – Pernah saya tuliskan sekilas pada tulisan berjudul Naifnya Marah pada Alat Uji bahwa saya mengikuti pelatihan ruqyah selama 2 hari dengan Ustadz Nuruddin Al-Indunissy (NAI) sebagai pematerinya. Tulisan itu baru menyebut sebagian kecil dari pengalaman mengikuti pelatihan yang saya ikuti selama 2 hari pada tanggal 14 – 15 Mei lalu di Graha Pena.
Hari pertama, pak ustadz
membagi peserta ke dalam 3 kelompok besar. Awalnya saya bingung, saya
cocoknya bergabung di mana? Saya mikir, dong. Ustadz NAI sempat bertanya
kepada semua peserta, keluhan penyakitnya apa? Awalnya saya merasa tidak punya
masalah apa-apa. Baik itu penyakit fisik maupun beban emosi.
Namun karena harus memilih salah satu kelompok, saya menelisik ke dalam diri lebih keras lagi. Pilihannya adalah: SEDIH, MARAH, dan TAKUT/WASWAS/TRAUMA. Di antara ke-3 jenis ini, saya masuk di kelompok mana? Saya menyimpan emosi apa?
Jika kalian sudah membaca
tulisan saya tentang alat uji di atas, kalian salah jika menebak saya memilih
MARAH. Untuk satu masalah, saya memang pernah menyimpan sisa kemarahan tapi
hanya “sisa”, bukan kemarahan yang menguasai diri. Saya tahu siapa orang yang
pernah zalim kepada saya tapi saya tidak pernah ingin membalas dendam kepadanya.
Jadi, pilihan saya ada di
antara 2 yang lain: SEDIH atau WASWAS. Ternyata, setelah menyelami diri dengan
lebih teliti, saya menyimpan satu rasa kronis. Saya tak akan membukanya di sini,
yang jelas, saya akhirnya memilih duduk di dalam satu kelompok yang beranggotakan
orang-orang yang memiliki atau menyimpan rasa yang sama untuk alasan berbeda agar
bisa mengikuti rangkaian acara selama 2 hari ini.
Dan inilah pengalaman saya
…
Walaupun tidak merasa
sedang sakit saya tetap bersemangat mengikuti pelatihan ruqyah ini
karena saya mau belajar langsung pada founder Rehab Hati. It’s ok, disuruh
memilih kelompok berdasarkan “perasaan negatif”. Walaupun saya sedang tidak merasakannya,
saya tahu diri ini menyimpan salah satu rasa yang sesekali muncul ke permukaan
dan beberapa kali membuat hari-hari saya rusak.
Materi kajian diberikan
terdahulu dengan sistematis dan masuk di logika. Mengenai jiwa yang sakinah,
terapi air yang bisa mendukung kesehatan, terapi audio, terapi Qur’an,
dan sebagainya. Kami mendapat penegasan kembali mengenai nama lain al-Qur’an
sebagai syifa yang harus diyakini, terlebih Qur’an itu mukjizat.
Terlintas ingatan masa
kanak-kanak, entah berapa kali dalam pelajaran agama Islam kita menghafalkan
kata SYIFA sebagai obat, penawar, atau penyembuh tetapi sampai sekarang
patut dipertanyakan, seberapa besar keyakinan akan hal itu?
Kali ini saya mau
meyakinkan diri tentang syifa maka semua materi saya simak baik-baik tanpa
pertentangan. Ajaran Allah memang seharusnya diterima dengan penuh keyakinan.
Saya punya pengalaman 4 tahun lalu yang mendekam di alam bawah sadar, mengantar
saya mengikuti pelatihan ruqyah ini.
Setelah beberapa jam Ustadz
NAI memberi pemaparan, saya baru menyadari ada beberapa keluhan yang
sebenarnya sudah betahun-tahun saya rasakan. Bukan rasa sakit, bentuknya pegal-pegal
di beberapa titik. Pegal-pegalnya ketika muncul, bisa membuat saya kewalahan
karena kebangetan pegalnya. Suami jadi saksi, saya minta memijat di
bagian itu namun tak pernah hilang, bisa tiba-tiba muncul lagi.
Saya pikir wajar karena umur namun demikian saya merasa aneh, mengapa selalu di titik-titik itu? Well, di mana itu, tidak mau saya buka juga, ya … ini bagian dari privasi. Yang jelas, keluhan-keluhan itu hilang setelah saya mengikuti ruqyah selama 2 hari.
Lalu saya teringat,
sebelum mengikuti pelatihan ruqyah, jantung saya mengalami gangguan
irama pada pagi hari. Saya pikir karena kecapean. Saya merasakannya
selama berbulan-bulan tapi saya abaikan karena merasa wajar. Masya Allah,
setelah mengikuti pelatihan ruqyah dan mengikuti ruqyah sebanyak
4 kali (2 kali ruqyah dalam sehari), jantung saya KEMBALI NORMAL!
Dalam tulisan ini, saya
ingin berfokus pada kenyataan yang saya rasakan terkait keadaan kesehatan setelah
mengikuti pelatihan ruqyah sekaligus 4 kali sesi ruqyah. Selama 2
hari berturut-turut, saya pulang dengan mata sembab dan badan yang terasa segar.
Malamnya, saya merasa punya energi lebih untuk begadang! Masya Allah.
Mengapa mata saya sembab?
Jawabannya, tentunya karena air mata keluar ketika mendengar alunan ayat-ayat
suci al-Qur’an! Ayat-ayat suci itu indah, ketika mendengar orang membacanya
dengan indah dan penuh perasaan maka selayaknyalah hati kita tersentuh. Jika
tak pernah tergetar hatimu mendengarkannya maka cari tahu mengapa.
Berikut ini saya kutip
dari muslim.or.id:
Allah menyebutkan salah satu ciri
seorang yang berimana dalah hatinya peka terhadap Al-Quran. Peka dan bergetar
ketika disebut nama Allah. Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا
ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ
إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang
beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati
mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman
mereka karenanya dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal.” (QS.
Al-Anfal: 2).
Jadi, singkatnya, saya
mengalami sendiri bagaimana keluhan pada fisik disehatkan Allah melalui doa-doa
ruqyah. Pengalaman menakjubkan tidak berhenti saat pelatihan ruqyah usai,
saya merasakannya lagi setelah itu.
Belum lama ini, saya
mengalami sakit pinggang yang membuat saya meriang. Saya tidak bisa bergerak
saat berbaring. Hanya bisa terlentang. Rasanya sakit saat mau balik badan.
Sempat salat duduk karena kepayahan melakukan ruku’. Kuasa Allah,
setelah mendengarkan doa-doa ruqyah dan minum air yang sudah di-ruqyah,
empat hari kemudian saya pulih seperti sedia kala.
Saat ini saya masih terus
belajar, terus meningkatkan keyakinan, dan berupaya menjalani kehidupan dengan lebih
baik. Berdasarkan penjelasan Ustadz NAI dan melalui penjelajahan di channel
YouTube-nya, sejumlah penyakit bisa terbantu kesembuhannya.
Salah satunya adalah kanker darah yang menjadi negatif setelah menjalani terapi
surah al-Baqarah.
Saudara-saudari muslim, ruqyah
tidak semata-mata terkait usaha pengusiran setan/jin batil. Ruqyah juga
bisa membersihkan jiwa. Secara modern, kita mengenal psikosomatik (keluhan
fisik yang timbul atau dipengaruhi oleh pikiran atau emosi). Bukan sekadar keluhan,
bisa berkembang menjadi penyakit menahun.
Memendam emosi negatif dalam
waktu lama bisa berakibat tidak baik pada tubuh kita. Ketika perasaan negatif
hilang maka penyakit bisa sembuh. Pertanyaannya adalah, seberapa yakinkah kita
dengan metode ruqyah atau Mengobati Fisik dan Psikis dengan Al-Qur’an?
Share :
Ikut pelatihan rukyah begitu bayarnya berapa? Pasti mahal ya? Lokasinya saja di tempat strategis dan nyaman...
ReplyDeletePengen ikutan juga
Coba search di yutub dulu
Ditunggu saja infonya di IG dan YouTube, Teh ... di seluruh Indonesia sering diadakan. Ada yang gratis, ada yang berbayar ... kalau yang saya ikuti ini berbayar tapi tidak mahal, Teh.
DeleteJadi penasaran, sering lihat pelatihan ruqyah dan efeknya memang luar biasa. Pasti banyak skeptis negatif jika ruqyah itu cuma untuk orang kerasukan dan lainnya lah. Padahal siapapun bisa ikut. Terima kasih sharingnya!
ReplyDeleteYa, saya bukan orang yang (biasa) kerasukan, alhamdulillah tidak mengalami kerasukan juga, Mbak Nisa. In syaa Allah, Qur'an menjadi penyembuh jiwa dan fisik.
DeleteMengobati fisik dan psikis dengan Alquran kenapa tidak, kan?
ReplyDeleteAlhamdulillah jika setelah mengikuti pelatihan ini jadi membaik keluhan tidak dirasakan lagi, Mbak Niar.
Saya percaya ruqyah bisa membersihkan jiwa.
Ada sepupu sudah cukup usia menikah tapi selalu saja ada halangannya. Dan itu dari dirinya sendiri, seperti ada was-was atau trauma, entaaah. Akhirnya ruqyah. Beberapa bulan kemudian bertemu jodoh, semua dimudahkan hingga menikah, kini sudah ada 1 momongan.
Masya Allah ya, Mbak Dian ... salah satu bukti kekuasaan Allah.
DeleteTidak semua orang mudah melakukannya.
MasyaAllah, Bunda.
ReplyDeleteTernyata ruqyah itu bukan hanya untuk pengusiran jin batil ya, tetapi memang sangat bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan segala sakit yang terasa di badan, dan bisa jadi awal mulanya berasal dari keadaan jiwa.
Bisa banget, Acha ... bahkan untuk yang fisik saja, ada yang bisa. Mungkin perlu juga dengan bantuan herbal ala thibun nabawi.
DeleteTertarik kak mugni.. Sebagai ibu rasanya saya cukup bahagia saat membacakan AlFatihah saat anak sakit pada sebuah air minum di gelas. Pengen ilmu yang lebih lagi.
ReplyDeleteOh ya Kak, mau dong di share ayat apa aja untuk ruqyah dengan beberapa keluhan..
Misalnya, untuk yang gangguan jin pasti beda ayat dengan keluhan seperti kak mugni..
Masya Allah ... itu sudah bagus, Mbak.
DeleteUntuk lebih jelasnya bisa lihat di channel YouTube https://www.youtube.com/c/NuruddinAlIndunissy
Sering mengadakan pelatihan di berbagai kota di Indonesia, dilihat saja informasinya di akun2 media sosial Ustadz NAI.
Kalau saya masih ayat2 ruqyah yang paling sederhana ... al-Fatihah, al-Ikhlas, al-Falaq, an-Nas, juga dengar rekaman ruqyah yang saya ambil dari channel ust NAI, dan meruqyah air. Plus tilawah.
Lengkapnya ada saya catat, bisa juga dilihat di komentar dalam video dari Ust. Feizar di link:
https://www.youtube.com/watch?v=SMg67GSp51g
Mba niar, aku jadi penasaran pengen ikut pelatihannya. Selama ini mikirnya ruqyah ya membersihkan diri dari makhluk2 halus yang menempel. Ternyata bisa utk kesehatan jiwa dan fisik ya. Aku sendiri jadi inget2, apa yg sering aku rasain supaya bisa mendapat pengobatan yg tepat juga
ReplyDeleteMbak Fanny, pantengin akun-akun medsos Ustadz Nuruddin Al Indunissy atau Rehab Hati karena informasi mengenai penyelenggaraan pelatihan ada di akun-akun tersebut. Kalau wilayah Jabodetabek sepertinya sering, Mbak.
DeletePas sakit sering banget saya dibacakan ayat ayat sama bapak dan simbah, memang ada perbedaan rasa jadi lebih tenang.
ReplyDeleteBenar juga ya, ruqyah perlu diberikan untuk membersihkan jiwa.
Hiks, terharu baca di bagian kak niar pulang dengan mata sembab tp badan rasanya lebih berenergi ya, masyaallah tabarakallah,, benar ya bahwa quran itu syifa bagi manusia,, kl di Medan ntar ada insyaallah saya ikut ah, nice share kak
ReplyDeletedengan Ruqyah ini kita bisa lebih tenang ya Bun, emosi juga bisa lebih dijaga berarti ya? Semoga sehat2 ki Bun :-*
ReplyDelete